Makna Corak Kain Batik Parang Yogjakarta

Masukan Kode Kupon -RAHASIA- saat checkout, dapatkan diskon 20% TANPA SYARAT
Keuntungan Jenis Kain Sutra Sebagai Bahan Batik Modern
2017-10-05
Model Batik Untuk Wanita Yang Cocok
2017-10-07
Show all

Makna Corak Kain Batik Parang Yogjakarta

Tahukah anda Makna Corak Kain Batik Parang Yogjakarta ? Klik disini, anda benar benar Harus Tahu!

Corak kain batik ini memiliki makna dan lambang tersendiri. Dahulu, makna itu sangat dipegang erat-erat, karena memang tradisi adat jawa sangat kental. Corak batik yang dipakai tidak bisa sembarangan dalam pemakaiannya. Corak batik disesuaikan dengan acara tertentu tersebut. Contoh corak parang yang diyakini tidak boleh digunakan saat pernikahan. Karena dikhawatirkan pernikahan akan sering terjadi pertengkaran.
Corak kain batik parang merupakan corak yang paling tua di Indonesia dan memiliki makna yang tinggi. Pada abad ke-18, corak parang ini mutlak hanya diperuntukkan untuk keluarga kesultanan saja. Haram hukumnya dipakai oleh rakyat biasa.Komposisi miring memberikan makna simbolik kekuasaan dan kelincahan dan kecepatan. Parang memiliki arti karang runcing yang melambangkan patriotisme, heroisme, dan memberi kekuatan pemakainya. Corak parang juga tampak semacam alur lekukan senjata keris, karenanya corak ini juga hanya dikenakan oleh para kesatria atau penguasa.
Katanya, dulu seorang senopati ketika akan berangkat perang, lalumengenakan kain batik corak parang, setelah dilantik raja di alun-alun, maka semua orang berharap nantinya senopati pulang membawa kemenangan besar.
Ada empat macam corak kain batikparang, dari parang slobog, barong, rusak, tuding, klithik, dan curigo.
a. Parang Slobog
Berkmana kesabaran, keteguhan, dan ketelitian. Digunakan dalam acara upaca pelantikan.Dalam acara pelantikan itu diharapkan pemimpin yang dilantik dapat menjalankan tugasnya dalam mengemban amanah yang diberikan.
b. Parang Barong
Bermakna menceritakan perjalanan spiritual Raja dalam melaksanakan segala kewajibannya sekaligus sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo dan hanya boleh dipakai oleh raja.
c. Parang Rusak
Bermakna untuk menjadi manusia yang berakhlak, manusia harusa pandai mengendalikan diri dalam memerangi nafsu—bertarung melawan diri sendiri. Dipakai pada saat acara kenegaraan.
d. Parang Tuding
Motif seperti telunjuk jari menyiratkan makna diharapkan sanga pemakai mampu memberikan petunjuk bagi orang lain. Digunakan oleh orang tua.
e. Parang Klithik
Motif ini menggambarkan kefenimiman dan perilaku halus serta bijaksana. Dikenakan oleh para puteri raja.
f. Parang Curigo
Motif geometris menyerupai keris menggambarkan kewibaan, ketenangan, dan kecerdasan. Digunakan untuk menghadiri sebuah pesta.
Itulah sekilas informasi tentang corak kain batik Yogyakarta yang mempunyai banyak pilhan tentunya.


Mau Beli Batik Berkualitas?

Klik Gambar di Atas ini.

Atau

WA/LINE 0812 8110 6669 Batik Nulaba.

Tinggalkan Balasan

X
Klik disni
Butuh Bantuan?
Halo, butuh bantuan?
Tanyakan apapun kepada kami.